Efek samping Minoxidil

Efek Samping Minoxidil

Kerontokan rambut yang akut membuat seseorang melakukan segala cara untuk mengembalikan mahkotanya. Salah satunya dengan menggunakan produk penumbuh rambut. Namun, ketidaktahuan terhadap kandungan bahan kimia tertentu membuat  seseorang asal membeli produk.  Contohnya yang mengandung minoxidil.  Padahal, banyak efek samping minoxidilyang tidak bisa dianggap sepele.

Sejarah Minoxidil

Pada tahun 1950-an, Upjohn Company mengembangkan senyawa yang dapat mengatasi penyakit tukak lambung.  Menggunakan anjing sebagai bahan percobaan, diketahui bahwa senyawa tersebut tidak dapat menyembuhkan penyakit tukak lambung, tapi justru berguna sebagai vasodilator. Golongan obat itu berguna dalam memperlebar pembuluh darah.

Upjohn melakukan proses sintesis terhadap lebih dari 200 varian senyawa. Salah satunya dinamakan minoxidil, dikembangkan pada tahun 1963. Food and Drug Administration (FDA) menyetujui penggunaan minoxidil dalam bentuk tablet oral sebagai obat hipertensi.

Ketika Upjohn menguji penggunaan minoxidil pada penderita hipertensi, terjadi pertumbuhan rambut pada penderita. Para peneliti pun mulai mendiskusikan potensi penggunaan minoxidil dalam mengatasi rambut rontok. Singkatnya, mulai tahun 1996, minoxil beredar sebagai obat generik untuk pertumbuhan rambut dan dikenal hingga sekarang.

Efek Samping Minoxidil

Kenyataannya, minoxidil tidak ‘seramah’ yang dibayangkan. Pemakainya dapat merasakan efek samping sebagai berikut:

  • ·         Jantung berdetak cepat
  • ·         Nyeri dada
  • ·         Sakit kepala
  • ·         Berat badan meningkat dengan cepat sebanyak 2-3 kilogram atau lebih
  • ·         Sulit bernafas, terutama ketika berbaring
  • ·         Kulit mengalami ruam-ruam kemerahan
  • ·         Kaki membengkak
  • ·         Tubuh terasa lemah atau mati rasa
  • ·         Demam dan sakit tenggorokan
  • ·         Baik wanita maupun laki-laki bisa merasa nyeri pada payudara
  • ·         Mual dan muntah

Ada kondisi-kondisi yang memperparah efek samping dari penggunaan minoxidil, seperti mengonsumsinya bersamaan dengan alkohol dan obat-obatan tertentu. Bahkan, cuaca panas , latihan fisik, atau terkena demam juga berpotensi memicu peningkatan efek samping. Dampak yang dirasakan adalah gejala pusing yang semakin kuat hingga pingsan.

Sementara itu, wanita menyusui tidak boleh mengonsumsi minoxidil. Zat dari obat tersebut akan mengendap di ASI.

Nah, bagi Anda yang terlanjur menggunakan minoxidil dan merasakan efek samping yang serius, segera hubungi dokter! Jangan teruskan pemakaian, kecuali Anda ingin mengalami gejala-gejala yang lebih parah.

Walau minoxidil dapat digunakan untuk menumbuhkan rambut tapi harus di ingat bahwa Minoxidil tidak untuk mengatasi penyebab utama kerontokan ,yaitu DHT 
dan penggunaan Minoxidil diharuskan selama rambut yang tumbuh karena minoxidil tetap ada , karena ketika Minoxidil dihentikan, maka rambut yang tumbuh karena Minoxidil akan habis kembali.

 

Nisim Biofactors, Penumbuh Rambut Alami yang Teruji Secara Klinis

Bisa dimengerti keinginan Anda untuk menumbuhkan rambut. Tampil dengan rambut yang tipis atau bahkan botak pastinya menimbulkan rasa tidak percaya diri. Namun, bukan berarti Anda pantas mengorbankan kesehatan yang berharga.

Untungnya, ada solusi yang aman dan terbukti manjur untuk mengembalikan mahkota Anda. Solusi itu bernama Nisim Biofactors. Produk perawatan rambut tersebut bebas dari minoxidil, terbuat dari bahan-bahan herbal sehingga tidak menimbulkan efek samping. Bahkan, Nisim Biofactors aman digunakan oleh anak kecil dan wanita hamil.

Rangkaian produknya terdiri dari sampo, kondisioner, ekstrak tonik, dan vitamin untuk diminum. Meskipun begitu, jenis produk yang paling penting dan berperan besar untuk menumbuhkan rambut adalah sampo dan ekstrak tonik.

Berikut ini beberapa bahan utama dari Nisim Biofactors beserta manfaatnya:

Glycine soja (soybean) seed extract: Menstimulasi elastin dan kolagen serta meningkatkan kadar oksigen pada kulit kepala.

Panax ginseng root extract: Menutrisi rambut, menguatkan akar rambut, melindungi rambut dari kerusakan.

Castanea sativa (chestnut) leaf extract: Berfungsi sebagai antioksidan.

Arnica montana flower extract: Meremajakan kulit kepala, menstimulasi folikel rambut, menguatkan rambut dan mencegah kerontokan dini.

Geranium maculatum Extract: Menyeimbangkan sebum di kulit kepala, merangsang pertumbuhan rambut.

Satu hal lagi, Nisim Biofactors sudah teruji secara klinis. Melalui penelitian yang dipublikasikan di The Medical Post (1993), terbukti bahwa tingkat keberhasilannya mencapai 86 persen dari pengujian terhadap 146 peserta.

Setelah mengetahui efek samping minoxidil, masihkah Anda berani menggunakannya? Jika ada yang alami dan aman, mengapa harus menggunakan bahan kimiawi?

 

 

Speak Your Mind

*