Mengenal Rambut Rontok

Mengenal Rambut Rontok

 

Rambut rontok akan mengakibatkan kebotakan. Pernyataan tersebut bukanlah sebuah omong kosong. Faktanya, rambut rontok memang cukup membahayakan jika dibiarkan dalam waktu lama. Tapi, apa sebenarnya rambut rontok itu? Siapa saja yang bisa terkena rambut rontok? Bagaimana gejala rambut rontok? Untuk mendapat jawabannya, mari kita mengenal rambut rontok lebih dekat lagi, agar tidak salah tangkap dan percaya dengan mitos-mitos yang berkembang di masyarakat dan belum tentu kebenarannya.

 

Rambut rontok atau alopesia adalah penurunan jumlah rambut pada kulit kepala. Hampir sebagian besar orang di dunia pernah mengalami rambut rontok. Normalnya, kita kehilangan rambut sebanyak 100 helai per hari. Jika jumlahnya sudah melebihi jumlah tersebut, maka artinya Anda sudah mengalami rambut rontok. Ada banyak alasan yang menyebabkan rambut rontok, itulah pentingnya mengenal rambut rontok agar tidak salah pilih pengobatan apa yang kita perlukan.

 

Dari sekian banyak penyebab rambut rontok, pengaruh hormon sering dilupakan. Ialah hormon DHT, hormon yang menyebabkan kerontokan. Dalam istilah medis, pola kerontokan rambut yang disebabkan oleh hormon disebut alopesia androgenik. DHT akan menyebabkan folikel rambut menyusut sehingga lama kelamaan akan membuat rambut rontok. Bentuknya sendiri akan berbeda antara pria dan wanita, namun keduanya sangat berpotensi mengalami kerontokan akibat hormon DHT.

 

Pada pria, pola kerontokan bersifat cukup khas yaitu membentuk lengkungan di kedua sisi pelipis. Lama kelamaan garis rambut akan berbentuk huruf ‘M’. Selain di sisi pelipis, puncak kepala juga akan mengalami kerontokan dan akan berakibat pada rontok rambut total. Berbeda dengan wanita, umumnya kerontokan akibat hormon akan terjadi di seluruh rambut dan tidak terpusat pada satu lokasi saja. Efeknya, penipisan rambut akan dirasakan oleh wanita di bagian-bagian tertentu.

 

Gejala rambut rontok sendiri berbeda-beda. Pada pria berusia 30-an umumnya akan membentuk pola ‘M’ seperti yang sudah dijelaskan di atas. Sedangkan pada wanita, faktor usia dan mereka yang telah mengalami menopause akan mengalami kerontokan di bagian atas kepala. Rambut yang tumbuh akan lebih tipis dan lebih pendek dibandingkan biasanya.

 

Meski jarang membutuhkan penanganan medis, namun rambut rontok dapat berpengaruh pada rasa percaya diri seseorang. Cara termudah untuk mengatasi rambut rontok adalah dengan menggunakan shampoo yang juga berfungsi sebagai obat untuk mengatasi rambut rontok. Pililah produk yang akan mengobati kerontokan langsung pada inti masalahnya. Nisim Biofactor, satu-satunya produk yang akan menetralisir hormon DHT di kulit kepala sehingga tidak menyebabkan kerontokan kembali.

 

Kenapa Nisim Biofactor? Produk ini terbuat dari bahan alami dan terbebas dari bahan berbahaya. Banyak yang takut dengan efek samping obat dengan bahan kimia aktif, namun Nisim menjamin tidak ada efek samping dari penggunaan produknya. Selain itu Nisim Biofactor sudah teruji secara klinis. Apalah arti nama besar jika belum ada uji klinis. Nisim sudah melewati uji klinis dengan hasil yang memuaskan. Selanjutnya, Nisim Biofactor mampu menetralisir hormon DHT sehingga rambut rontok akan berhenti secara permanen dan tidak akan mengganggu lagi.

 

Miliki segera produk Nisim Biofactor dengan mudah. Anda bisa membeli paket Nisim Biofactor yang terdiri dari shampoo, conditioner, serta tonic untuk pengobatan rambut rontok dengan hasil yang maksimal. Rambut tumbuh sehat, alami, serta lebat disbanding sebelumnya. Baik jenis rambut kering maupun berminyak semua bisa menggunakan produk Nisim, karena produknya tersedia dalam dua jenis shampoo. Ucapkan selamat tinggal pada rambut rontok!

Speak Your Mind

*